Tiga Personel Polri Kembali dari Misi Kemanusiaan PBB

BALI, jerathukum.com – Sebanyak tiga personel Polri kembali bertugas usai menjalankan misi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bangui, Afrika Tengah. Tiga personel itu tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara FPU 3 MINUSCA.

Tiga orang personel Polda Bali yang ikut dalam misi tersebut adalah AKP I Wayan Oka Yasa yang berdinas di Satuan Brimob Polda Bali, Iptu Adrian Rizki Ramadhan di Biro SDM Polda Bali, dan Briptu I Komang Juliharta di Direktorat Polairud Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyatakan kebanggaannya terhadap personel Polda Bali yang telah melaksanakan tugas dalam Satgas Garuda Bhayangkara FPU 3 MINUSCA.

“Semoga hal ini dapat menjadi role model bagi setiap personel Polri, khususnya Polda Bali yang ingin berkontribusi dalam misi menjaga perdamaian dunia di bawah naungan PBB,” kata Satake, seperti dikutip Rabu (21/12/2022).

“Ini juga menjadi kebanggaan untuk Polda Bali karena telah berhasil mengirimkan personel terbaiknya bergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara FPU 3 MINUSCA,” sambungnya.

Adapun, FPU merupakan Formed Police Unit (FPU) Indonesia adalah satuan tugas Polri yang dibina Biro Misi Internasional (Romisinter) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Secara operasional, FPU berkedudukan di bawah misi PBB.

Sedangkan MINUSCA atau Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah merupakan misi pemeliharaan PBB untuk melindungi warga sipil di Afrika Tengah.

Ketiga personel Polda Bali yang ikut berperan dalam misi perdamaian tersebut diberangkatkan pada 12 September 2021 bersama dengan 137 personel Polri lainnya.

Dalam penugasan pada misi perdamaian tersebut, tiga personel Polda Bali bertugas di Republik Afrika Tengah, pada Ibu Kota Bangui. Tugas mereka antara lain melaksanakan people protection (perlindungan warga sipil), escort (pengawalan) dan patroli untuk menjamin keamanan di wilayah tugas.

Selain itu, mereka juga bertugas mencegah terjadinya serangan armed group (milisi bersenjata) terhadap masyarakat sipil. Mereka pun mencegah terjadinya pelecehan seksual/SEA (Sexual Exploitation and Abuse) yang marak terjadi di Republik Afrika Tengah.

Ketiga anggota Polri itu pun memperoleh empat penghargaan sekaligus, yakni penghargaan dari United Nation Medal, Satya Lencana Bhakti Buana, Le President De La Republique Chef De L’Etat (Penghargaan dari Presiden Afrika Tengah), dan Medalille De’Honneur De La Police (Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Afrika Tengah).

Sebagai informasi, Indonesia telah berperan aktif dalam mengirim personel TNI-Polri ke dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (MPP PBB) sejak tahun 1957 sampai sekarang di berbagai negara.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *