Komunitas Bunda Milenial Banjarnegara Adakan Rapat Koordinasi Internal Organisasi.

 

BANJARNEGARA || jerathukum.com

Guna menyikapi dinamika organisasi yang sedang terjadi saat ini maka pengurus Bunda Milenial Banjarnegara menggelar rapat internal organisasi yang di adakan di RM bebek goreng lik cip. Jln raya Mantrianom Bawang Banjarnegara, Rabu 15/11/2023

Rapat koordinasi di hadiri pengurus dan anggota Bunda Milenial Banjarnegara, peserta hadir kurang lebih 20 orang, Dalam kegiatan tersebut selain tatap muka dan silaturahmi, juga evaluasi internal. Serta di lakukan pemilihan ketua dan pengurus yang lain.
Di karenakan ketua Bunda Milenial Banjarnegara periode 2022/2024 Maria savitri Tidak Dapat Melanjutkan tugasnya karena berpindah keluar kota.
Sehingga perlu di bentuk ketua yang baru (plt) untuk melanjutkan program kerja organisasi yang belum di laksanakan.

Secara aklamasi terpilih Dewi Ratih sebagai Plt ketua Bunda Milenial Banjarnegara periode 2023/2024. Yatini sebagai wakil ketua. Kaminem sebagai sekretaris dan roliyah sebagai bendahara. pada kesempatan itu juga Dewi Ratih menyampaikan dalam sambutan singkatnya, “bahwa dinamika organisasi itu adalah hal yang biasa terjadi dan harus di sikap secara dewasa dan profesional. Roda organisasi harus tetap berjalan. Seluruh rencana rencana yang sudah di susun untuk segera di kerjakan. Serta tidak lupa untuk selalu menjaga kekompakan. Harmonis dan loyal.”

Kritik dan saran yang membangun demi kebaikan juga di sampaikan dari beberapa anggota.Wahyuningsih salah satu anggota Bunda Milenial dan aktivis politik mengatakan” untuk Administrasi harus ada pembenahan, lebih tertib, Tertata dan transparan. Sebab organisasi yang banyak kegiatan kalau administrasi ya tidak bagus tidak tertib itu juga kan menghambat pertumbuhan organisasi itu sendiri.

Sementara kaminem selaku sekretaris Bunda Milenial Banjarnegara menyampaikan di sela sela sambutanya. ” di dalam sebuah organisasi yang berisi banyak warna di tahun politik ini hendaknya pengurus maupun anggota bisa bersikap dewasa. Tidak baperan. Tidak mudah tersinggung dan bisa menjaga keharmonisan grup meskipun berbeda pilihan. Sementara yatini sebagai wakil ketua juga menambahkan ” Keaktifan pengurus dan nggota di setiap kegiatan juga harus lebih di tingkatkan dan di kompak kan kembali. Kesadaran dalam berorgsnisasi harus semakin tertanam di dalam jiwa kita semua” pungkasnya.
Di akhir acara di sampaikan notulen rapat oleh sekretaris dan di tutup dengan sesi foto bersama.

Fit

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *