Posko Relawan Politisi Muda Hanura Jims Charles Kawengian Sembelih Kurban, Wujud Ibadah dan keikhlasan di Momen Idul Adha 1443 H

JAKARTA || jerathukum.com

Di salah satu sudut jalan Amir Hamzah bersebelahan dengan Masjid Jami Matraman Jakarta Pusat, tepatnya di RT 03/08 Kelurahan Pegangsaan Kecamatan Menteng markas posko Relawan Jims Charles Kawengian yang merupakan Politikus Muda Partai Hanura turut meramaikan suasana Idul Adha 1443 Hijriah / 28 Juni 2023. Jakarta

Pada momen Idul Adha tahun ini, Jims Charles Kawengian memotong kurban 4 kambing dalam rangka bantuan sosial ke lingkungan sekitar juga. Selain itu, di daerah kebun sirih 1 ekor sapi. Jakarta, Kamis (29/06/2023)

Iduladha adalah salah satu hari besar yang dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia. Di hari itu juga, diadakan qurban atau menyembelih hewan yang sejarahnya diawali dari kisah Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim.

Penganut agama Islam, melestarikan budaya potong hewan qurban sebagai salah satu bentuk ibadah dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Hari Raya Iduladha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Iduladha juga merupakan puncaknya ibadah Haji, bagi yang sudah mampu menjalankannya.

” Kami pada momen Idul Adha tahun ini memotong sebanyak 4 ekor kambing, dalam rangka qurban atau menyembelih hewan. Khususnya, diserahkan juga ke warga sekitar tentunya,” tutur Jims Kawengian di lokasi.

Nampak di lokasi, suasana penuh rasa kekeluargaan dan bahu membahu saat menyembelih 4 ekor kambing.

Idul Adha mengandung pesan-pesan mulia berupa nilai pengorbanan dan kemanusiaan yang bersifat universal. Momen ini juga sebagai bentuk takzim kita dalam mewarisi keteladanan dari Nabi Mulia, Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Jims Kawengian katakan, kita diajarkan betapa pentingnya mempertahankan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, dengan meneladani keikhlasan dan kepasrahan berkurban tanpa keraguan demi menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata’ala.

” Idul Adha atau Idul Qurban merupakan perwujudan dari makna pengorbanan, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala melalui mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya,” pungkasnya

[ Niko ]

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *