PEDULI DENGAN PENERUS BANGSA KODIM 0709/KBM KERAHKAN BABINSA CEGAH KEKERASAN,BULLYING &PERUNDUNGAN TERHADAP ANAK DI SEKOLAH /DI LUAR SEKOLAH

KODIM 0709/KEBUMEN || jerathukum.com

Dandim 0709/Kebumen Letkol Czi Ardianta Purwandhana, S.Hub.Int., M.Han memerintahkan seluruh jajarannya untuk menggelar kegiatan pembinaan kepada para siswa sekolah mulai tingkat SMA, SMP dan SD tentang pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah yang dimulai sejak Selasa 28 Maret hingga 5 April 2023 di seluruh wilayah Kodim 0709/Kebumen. Senin (27/03/23).

Kegiatan yang melibatkan seluruh Koramil jajaran Kodim 0709/Kebumen itu, disampaikan Dandim 0709/Kebumen melalui Pasiter Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf Ali Kuntara kepada seluruh Koramil melalui perintah lisan di ruang rapat Kodim.

“Guna menanamkan nilai – nilai kejuangan dan rasa nasionalisme sekaligus wadah berinteraksi bagi para generasi muda khususnya para siswa sekolah dari SD hingga SMA, saya minta kepada seluruh jajaran untuk menggelar kegiatan pembinaan generasi muda di wilayah binaan masing-masing yang melibatkan para Danramil, para Bati Tuud hingga para Babinsa untuk menanamkan kemampuan awal bela negara dan karakter bangsa.” ucap Pasiter.

Lebih lanjut dikatakan Pasiter Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf Kuntara.” pada kesempatan ini saya sampaikan adanya “ANCAMAN KEKERASAN” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari sipelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya berupa stress. Kekerasan atau yang biasa kita sebut Bully ini biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Hal ini berakibat sikorban Bully juga merasa marah dan kesal dengan kejadian yang menimpanya. Ada juga perasaan malu dan kecewa pada diri sendiri karena “membiarkan” kejadian tersebut mereka alami. Namun mereka tak kuasa “menyelesaikannya.” Hal tersebut termasuk tidak berani untuk melaporkan pelaku pada orang dewasa karena takut atau bahkan terancam.

Tindakan kekerasan berawal dari didasari saling olok mengolok, bercanda, tetapi lama kelamaan menjadi frontal bahkan sudah mulai rasis dan mengandung SARA, Akhirnya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan tak terduga seperti penindasan, pengeroyokan, pemukulan dan hal-hal yang merusak psikis atau mental seseorang, akhirnya korban bully menjadi Depresi, Minder, Penyendiri, Merosotnya prestasi akademik, Merasa terisolasi dalam pergaulan dan bahkan mencoba untuk bunuh diri.

“Semoga di sekolah-sekolah di wilayah Kodim 0709/Kebumen ini tidak ada kasus Bullying yang berujung pada jalur hukum dan memalukan nama sekolah, Stop Bullying !!! Kejar Prestasi bukan Sensasi.” Melihat besarnya dampak dari bullying kita sebagai guru maupun orang tua harusnya senantiasa mengawasi dan memantau anak-anak kita dan kegiatannya baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Agar anak kita bisa lebih terarah dalam memilih keputusan mana yang baik dan mana yang akan berdampak buruk bagi masa depannya kelak.

Tindakan Bullying bisa terjadi dimana saja, terutama tempat-tempat yang tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa lainnya. Pelaku akan memanfaatkan tempat yang sepi untuk menunjukkan “kekuasaannya” atas anak lain, agar tujuannya tercapai. Sebagai orang tua, kita wajib waspada akan adanya perilaku bullying pada anak, baik anak sebagai korban atau sebagai pelaku.

Pengedalian diri harus selaras dengan tata tertib sekolah. Tata tertib adalah aturan, segalanya perlu aturan untuk membuat sesuatu berjalan dengan baik dan lancar. Karena itulah dibutuhkan tata tertib untuk mengatur semuanya agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan lulusan yang memuaskan.

Tata tertib juga akan menuntun kita kepada semangat untuk membawa nama baik sekolah untuk lebih BERPRESTASI. Kalian adalah tunas-tunas harapan bangsa, sama dengan harapan dimasa lalu, saat Sumpah Pemuda dikumandangkan. Gelora dan semangat kaum muda juga tidak luput dituntut di masa sekarang. Mungkin dalam bentuknya yang lain. Bisa berupa semangat belajar, berlatih, berkarya meraih suatu prestasi dan aktif diorganisasi ekstrakurikuler, dsb.

Mulailah untuk memikirkan kemandirian dan lebih selektif dalam memilih lingkungan serta teman bergaul, hindari kenakalan, kemerosotan mental dan kemerosotan moral serta kurang penerapan etika pergaulan yang begitu mengkhawatirkan. Kendalikan diri, Jaga hati untuk tidak terjebak kepada hal-hal yang bersifat negatif, hindari pemicu timbulnya permusuhan, manfaatkan diri berbuat yang positif, kembangkan diri untuk menjemput keberhasilan dimasa depan.

Saya juga menyoroti pesatnya arus informasi, kita seakan dimanjakan oleh teknologi yang semakin canggih. Kita semakin mendapat kemudahan dalam menjalankan hari-hari kita, namun justru kemudahan itulah yang kadang membawa dampak buruk bagi kita. Kita telah terpengaruh oleh perkembangan teknologi, dari mulai handphone, komputer dan internet yang sangat menjamur dikehidupan masyarakat sekitar kita, termasuk para siswa sekolah disetiap strata.

Internet sendiri misalnya, teknologi ini sekarang semakin mudah diakses oleh siapapun, jika kita mau berfikir lebih luas dan terbuka, sebenarnya ada berjuta manfaat yang bisa kita peroleh dari internet. Sebagai contoh kita bisa mendapatkan informasi dan bahkan telah banyak orang kaya melalui internet.

Namun sayangnya masih banyak pihak yang menyalahgunakan teknologi ini dengan semakin maraknya pornografi, penipuan dan pembajakan. Internet juga menjadi gerbang utama masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan budaya negeri kita. Bisa kita lihat dari generasi muda kita yang sudah semakin teracuni oleh budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia sebagai negeri timur yang sangat menjunjung ADAB KESOPANAN. Kita harus memiliki filter agar pesatnya arus informasi dapat kita kendalikan. Budaya asing sebenarnya tidak semuanya buruk, namun kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita.” pungkas Pasiter Kodim.

Kegiatan pembinaan para siswa sekolah itu digelar dengan berbagai metode mulai berupa kegiatan seperti upacara bendera, pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara baik di ruangan ataupun di lapangan serta kegiatan lainnya sesuai kondisi di sekolah masing-masing.

(Fit jh/ Kodim 0709).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *