Saat program Jum’at curhat di PT Wage karya, Kapolres Tulungagung tekankan pentingnya antisipasi berita hoaxs

TULUNGAGUNG || jerathukum.com

Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat yang ada di Wilayah kabupaten Tulungagung, Polres Tulungagung menggelar program Jum’at Curhat secara serentak di Wilayah Kabupaten Tulungagung.

Program Jum’at curhat kali ini dilaksanakan di PT Wage karya Tulungagung, Jum’at 24 Februari 2023

Menurut Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, SIK, MH program Jum’at Curhat juga dalam rangka untuk menjaga Harkamtibmas di Kabupaten Tulungagung agar tercipta situasi yang aman dan kondusif.

Jum’at Curhat adalah sebagai sarana Kapolres bersama jajarannya bisa bertemu langsung dengan masyarakat, agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan terkait permasalahan yang terjadi.

“Jadi program Jumat Curhat ini kita bisa memberikan langsung informasi dan win win solution kepada masyarakat yang ada permasalahan,” ucap Kapolres

Dikatakannya, dalam program Jum’at Curhat di PT Wage karya Kedungwaru kabupaten Tulungagung kali ini juga diikuti oleh Pju polres Tulungagung, muspika kecamatan Kedungwaru dan karyawan PT Wage karya Tulungagung

Kapolres juga menekankan pentingnya melaksanakan vaksin , karena vaksin adalah sebagai upaya memproteksi diri dari wabah virus covid 19.

Dan saya minta tolong kepada pak muspika dan management PT Wage karya Tulungagung mari kita optimalkan pelaksanaan vaksin khusunya vaksin boster, ajak masyarakat dan karyawan untuk melaksanakan vaksin, mumpung masih gratis.

Terkait keamanan mohon untuk dipasang cctv karena sangat membantu bila ada tindak pidana, termasuk saat ini kita menggiatkan poskamling.

Karena dengan adanya tugas jaga di poskamling atau kalau di perusahan petugas satpam akan banyak manfaat, diantaranya menjaga diri sendiri maupun menjaga lingkungan tempat tinggal atau tempat kerjanya

 

Terhadap berita yang belum tentu kebenaranya atau hoaxs agar jangan mudah sere maupun posting berita, lakukanh penyaringan berita.

Kalau kita tidak cerdas dalam bermedia sosial kita akan terkena jeratan hukum, dan paling mudah untuk menelusurinya

Dalam dialog tanya jawab Kapolres dengan muspika, tokoh masyarakat serta karyawan PT Wage karya Kabupaten Tulungagung ada ( 6 ) permasalahan yang disampaikan oleh para peserta

Penerangan jalan mulai dari jembatan Ngujang 1 sampai rejoagung minim

Terkait jalan raya yang aspalnya tidak bagus dan banyak bergelombang maupun berlobang

Terkait sulitnya pembuatan SIM yang sulit mohon solusinya

Adanya bus yang dilampu merah sering ngeblong apakah tidak ada tindakan tilang

Banyak orang nyetrum dan obat ikan disungai mohon ditindak

Mohon solusinya adanya balap liar di jalan raya ngantru

“Tadi ada permasalahan yang disampaikan oleh karyawan maupun muspika. Yang mana semuanya bisa kita koordinasikan, dan kita komunikasikan dengan semua stage holder yang ada dengan harapan semoga semua permasalahan tersebut segera terselesaikan dengan baik,” terang Kapolres.

Dalam hal ini Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto memberikan jawaban bahwa

Terkait penerangan jalan yg minim dari jembatan Ngujang 1 sampai kota, kita akan buatkan surat kepada bupati bahwa di jalan pahlawan minim penerangan jalan

Masalah aspal atau jalan yang bergelombang atau rusak saya akan koordinasikan dengan Pemda dengan berkirim surat agar diperbaiki

Untuk pembuatan SIM kita akan kirimkan anggota untuk memberikan pelatian ujian SIM atau praktek ujian sim kepada karyawan

Kita akan tindak terhadap bus yang sering ngeblong di lampu merah, baik dengan etle maupun dengan tilang manual

Kita sudah sering upaya sosialisasi terkait balap liar dan kita akan turunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait balap liar di jalan raya ngantru, termasuk juga kita koordinasikan dengan Pemda untuk mewadai terkait anak anak yang balap liar, biar tersalurkan bakat mereka secara positif

Kita akan perintahkan kasat reskrim maupun Kapolsek jajaran melalui bhabinkamtibmas agar melakukan pemetaan wilayah sungai mana yang sering ada penyetruman ikan maupun memberi racun di sungai, dan bhabinkamtibmas agar mensosialisasikan tentang larangan nyetrum

Lebih lanjut Kapolres mengatakan program Jumat Curhat dilakukan secara serentak di 19 wilayah kecamatan yang ada di Tulungagung.

“Hari ini kita perintahkan seluruh Kapolsek jajaran di 19 Kecamatan melaksanakan program Jum’at curhat.

Dan Insyaallah kegiatan ini kedepannya kita laksanakan secara kontinyu, karena ini sebagai sarana yang efektif dengan melihat langsung permasalahan yang ada dilapangan,” tandasnya.

Untuk itu Kapolres juga terus mengajak semua stage holder dan semua elemen masyarakat untuk terus bersinergi bahu membahu untuk menjaga Harkamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah masing – masing.

Hadir dalam Jum’at curhat di PT Wage karya Tulungagung antara lain, Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto SIK, MH, Wakapolres Tulungagung, pemilik PT Wage karya PJU Polres Tulungagung, Forkopimcam kecamatan Kedungwaru dan karyawan PT Wage karya Tulungagung BP Wempi Serta seluruh karyawan Salam Polri Presisi💪💪💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Fit jh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *