Program Jumling Bupati Bandung ini, didampingi Ketua PKK Kabupaten Bandung dan para Kepala Dinas Serta dihadiri Forkopimcam

BANDUNG || jerathukum.com

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, lakukan Jum’at Keliling (Jumling)di Ponpes Fathul Huda Kampung Bojongkaso RT.02/RW.01 Desa Cihanyir, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jum’at (24/2/23).

Program Jumling Bupati Bandung ini, didampingi Ketua PKK Kabupaten Bandung dan para Kepala Dinas. Serta dihadiri Forkopimcam Cikancung, para Kepala desa se-Kecamatan Cikancung, Ketua MUI, Ketua KUA, Karang taruna, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menyampaikan ada lima RSUD yang sudah di programkan untuk melayani kesehatan masyarakat.

” Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, dari lima RSUD yang sudah di programkan, RSUD Cimaung dan Kertasari akan segera launching pada tanggal 14 Maret 2023, ” ucap Dadang Supriatna, Bupati Bandung.

Selain kedua RSUD tersebut, jelas Dadang Supriatna, ada tiga RSUD lagi yang akan segera dibangun. Diantaranya satu RSUD di kawasan Pacira, satu RSUD di Arjasari, dan satu lagi di Tegalluar.

Bupati Bandung juga memaparkan terkait program pinjaman dana bergulir yang tanpa bunga dan jaminan.

” Untuk tahun 2023, kami akan melanjutkan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan jaminan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, ” paparnya.

Sehingga, lanjut Bupati Bandung, diharapkan pada tahun 2023 ini bisa menciptakan sekitar 35.000 pelaku usaha baru di Kabupaten Bandung.

Selanjutnya, Bupati Bandung menyampaikan bahwa untuk program insentif guru ngaji telah di alokasikan anggaran sebesar Rp. 109 M.

” Pemerintah Kabupaten Bandung, sesuai komitmen saya yang disampaikan pada saat kampanye dahulu, bahwa akan memberikan insentif bagi guru ngaji. Alhamdulillah anggaran untuk program tersebut sudah dialokasikan sebesar Rp. 109 M dan merupakan alokasi anggaran terbesar di Indonesia, ” ujarnya.

Disamping itu juga, Dadang Supriatna tetap secara konsisten memperhatikan perbaikan rumah tidak layak huni untuk masyarakat Kabupaten Bandung.

” Saya tetap konsisten untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kabupaten Bandung, salah satunya perbaikan rumah tidak layak huni. Target sekitar 7000 rumah setiap tahunnya untuk rutilahu, ” tandasnya.

Diakhir paparannya, Bupati Bandung menegaskan bahwa untuk indek kesehatan dan daya beli masyarakat di kabupaten bandung terus meningkat.

Di tempat yang sama, Dadang Saepudin, pimpinan Ponpes Fathul Huda menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Bupati pada program Jumling di pondoknya.

” Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kedatangan Bupati Bandung pada kegiatan Jumling di pondok pesantren Fathul Huda, ” ucapnya.

Lanjut Dadang Saepudin, ada sekitar 270 an santri putra dan putri yang mondok di pesantren Fathul Huda. Dimana sekitar 99% nya merupakan santri yang berasal dari luar daerah.

” Sehingga masih membutuhkan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, terutama untuk santri putri. Hingga saat ini, pondok santri putri di tempatkan di rumah, dan hampir sudah tidak mencukupi, ” sambungnya.

Saya berharap, untuk penyelenggaraan program pendidikan diniyah, Bupati Bandung dapat membantu proses perizinan penyelenggaraan nya, sehingga program tersebut secepatnya bisa di buka untuk masyarakat.

Hal senada disampaikan juga, Kepala Desa Cihanyir, Ceceng Suparman. ” Saya ucapkan terimakasih kepada Bupati Bandung yang telah melaksanakan Jumling di wilayah Desa Cihanyir, ” ucap Ceceng.

Lanjut Kades Cihanyir, walaupun kondisi cuaca hujan tetapi warga sangat antusias atas kegiatan Jumling Bupati Bandung, karena selain bisa bertemu langsung juga dapat dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi langsung dengan pemimpinnya.

( Dayat )

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *