Ratusan Personel Humas dan Influencer Polri Ikuti Pelatihan Kehumasan Di Semarang

SEMARANG || jerathukum.com

Ratusan personel pengemban fungsi humas dan influencer Polri di jajaran Polda Jawa Tengah mengikuti latihan peningkatan kemampuan kehumasan. Acara bertema Strategi Program Manajemen Media Dalam Rangka Penguatan Fungsi Humas Menghadapi Tahun Politik 2024 bertempat di hotel Grasia Semarang, Kamis (9/2/2023)

Tiga orang pemateri mengisi acara tersebut yaitu praktisi media Iswidodo (News Manager Tribun Jateng), akademisi Swita Amalia (dosen Udinus), serta YouTuber dengan jutaan followers, Ipda Herman Hadi Basuki.

Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan pencerahan tentang perkembangan dunia teknologi komunikasi, termasuk juga cara penulisan berita dan liku-liku dunia media sosial.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan dirinya sengaja menghadirkan personel Polri yang menjadi influencer guna meningkatkan penyebaran pesan-pesan positif Kamtibmas ke masyarakat

“Selain kasi Humas jajaran polres serta pengemban fungsi humas di Polda, kami sengaja mengundang personel polisi yang aktif di media sosial. Mereka yang hadir ini memiliki follower minimal 10 ribu orang di media sosial,” kata Kabidhumas

Menurutnya, saat ini dunia dihadapkan dengan perkembangan teknologi komunikasi di era 4.0, sehingga mempengaruhi peran dan fungsi kelembagaan termasuk humas Polri.

“Humas Polri dituntut untuk mampu menganalisis media, membuat konten dan berita positif untuk masyarakat, serta mendiseminasi melalui semua platform media,” ungkapnya

“Humas Polri juga harus jeli melihat isu yang berkembang di masyarakat dari segala sisi. Ketepatan dan kecepatan mutlak diperlukan guna meminimalisir beredarnya rumor negatif yang membuat masyarakat resah,” imbuh Kabidhumas

Sementara itu, News Manager Tribun Jateng, Iswidodo mengatakan cukup puas dengan antusiasme para peserta dalam mengikuti latkatpuan ini. Dirinya cukup surprise dengan kemampuan menulis personil humas Polri yang dikatakannya sudah mendekati kualitas seorang jurnalis.

“Rata-rata sudah bagus. Satu hal yang diperlukan saat ini adalah kemauan mereka untuk kreatif mempublikasikan kegiatan-kegiatan positif di satuan masing-masing seperti polisi yang melakukan aksi tanggap bencana atau menolong orang melahirkan. Karena memang di lingkungan Polri banyak sekali kegiatan maupun peristiwa yang disukai oleh media,” cetusnya

Ditambahkan Iswidodo, masyarakat saat ini membutuhkan update kegiatan kamtibmas Polri. Para personel Polri diharap dapat mengambil momentum yang tepat, kapan informasi tersebut harus ditulis dan dapat dibagikan ke masyarakat

“Seperti kegiatan humanis seorang polisi yang menolong orang melahirkan atau membantu korban bencana, itu ditulis setelah peristiwa terjadi,” katanya

Namun kegiatan operasi zebra Candi dan operasi lainnya yang bertujuan mengedukasi masyarakat, lanjut Iswidodo, dapat dibagikan sebelum kegiatan dijalankan.

“Karena nanti masyarakat bisa bersiap-siap untuk melengkapi kendaraan dan surat-suratnya. Mereka jadi patuh pada peraturan lalu lintas dan bukan takut karena ada operasi kepolisian. Kan tujuan operasi itu pada dasarnya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat,” pungkasnya

Fit JH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *