Seorang Kades di Situbondo Diduga Selewengkan TKD dan Anggaran Desa

SITUBONDO || jerathukum.com

Oknum Kades (Kepala Desa) Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo diduga menyelewengkan pemanfaatan TKD (Tanah Kas Desa) dan Anggaran Desa. Minggu, (1/1/2023).

Persoalan ini bahkan sempat dibawa ke ranah hukum, namun tidak diketahui seperti apa kelanjutannya. Kini, warga mulai mempertanyakan dan berencana untuk melakukan somasi.

Menurut keterangan dari warga yang tidak ingin disebutkan namanya, yang dimaksud dugaan penyelewengan TKD adalah adanya dugaan bahwa oknum Kades tersebut telah menyewakan TKD berbentuk lahan persawahan seluas lebih dari 4 hektar, dengan nilai sewa sekira 15 juta lebih per hektarnya, namun uangnya tidak disetorkan ke Kas Desa.

Sementara itu, ada lagi dugaan bahwa oknum Kades tersebut justru telah menggadaikan TKD berbentuk lahan persawahan seluas kurang lebih 3 hektar dengan nilai gadai sekira Rp 200 juta, ini jelas-jelas menentang aturan yang ada. Sementara uang hasil gadai tersebut, pun diduga oleh Kades juga tidak disetorkan ke Kas Desa.

Sedangkan di awal-awal tahun anggaran, Kades telah menyisihkan Dana Anggaran Desa senilai 160 juta lebih, yang menurut Kades, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program drainase di area Mumbul.

Namun hingga berakhirnya tahun anggaran 2022, program tersebut belum terlihat realisasinya. Dugaan sementara bahwa dana-dana di atas telah dipergunakan oleh Kades untuk kepentingan pribadinya. TKD seluas kurang lebih 13,5 hektar, juga dikuasai sepenuhnya oleh Kades.

Menurut pantauan dari awak media kinerja Kades yang dikenal suka main judi tersebut dirasa kurang menyentuh dengan kepentingan masyarakat. Terbukti ketika beberapa waktu yang lalu telah terjadi bencana hujan deras disertai angin kencang yang memporak-porandakan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan juga warung-warung serta perumahan warga di sekitar TPI, Kades terkesan tidak peduli.

Lucunya, ketika ada warga desa sebelah yang peduli dengan penderitaan warga yang terkena bencana tadi, lalu menghubungi beberapa pihak, yaitu beberapa Anggota Dewan, APH dan Forkopimcam setempat, Kades justru mempertanyakan, “Kamu sebagai apa?” sebut Kades kepada warga tadi di depan tamu-tamu dan orang banyak. Nampak sekali bahwa Kades tersinggung dan malu dengan inisiatif yang dilakukan warga tersebut.

“Lha kamu sendiri sebagai Kades, apa yang sudah kamu lakukan untuk wargamu yang kena bencana ini,” jawab warga tadi. Jawaban ini justru mendapatkan aplouse dari tamu-tamu dan orang-orang yang ada di situ.

Beberapa warga akhirnya mengambil sikap bahwa mereka akan mengupayakan pengungkapan terhadap penyelewengan-penyelewengan yang diduga telah dilakukan oleh oknum Kades Peleyan tersebut. “Bahkan jika memang dibutuhkan pembiayaan untuk proses pengungkapan, saya siap membiayai,” sebut salah seorang warga.

Pewarta: Ag/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *